Mengajak Orang Tua Taat


Diasuh oleh:
Dra (Psi) Zulia Ilmawati


Assalamu`alaikum Wr Wb

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga, apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT serta tidak kurang suatu apapun. Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Di rumah, saya sering di panggil Pak Ustadz padahal saya hanya santri kalong di masjid. Karena julukan itu saya jadi mawas diri.

Namun saya malu, mengapa orang tua saya tidak tergerak hatinya untuk ikut bersama ke jalan Allah. Pernah beberapa kali saya mencoba membujuknya untuk shalat, tapi selalu gagal. Mereka bilang nanti saja kalau sudah tua. Apa yang harus saya lakukan untuk mengajak mereka ke jalan Allah? Mohon saran dari ibu, atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu`alaikum Wr. Wb.

Ahmad
Cirebon

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ahmad yang baik,

Tidak sedikit keluarga Muslim yang orang tuanya tidak mengerjakan shalat kewajiban yang lain. Barangkali semacam itulah gambaran kebanyakan keluarga Muslim sekarang ini. Bagaimana mungkin sebuah keluarga yang demikian, akan mampu menciptakan keluarga yang sakinah. Orang tua adalah pendidik utama sekaligus contoh yang terdekat bagi anak-anaknya. Sudah seharusnya memberikan contoh yang baik dan siap menjadi panutan bagi anak-anaknya. Tapi sayang, banyak orang tua yang sekarang ini justru sebaliknya. Sulit untuk diajak meniti jalan yang sudah ditetapkan dalam Islam. Seperti halnya keengganan untuk melaksanakan ibadah shalat. Shalat memang bukan ibadah yang ringan. Orang tidak melakukan shalat bisa dengan banyak macam alasan, seperti misalnya repot karena harus berbasah-basah ketika wudlu, mengganggu konsentrasi kerja, menyita waktu atau alasan seperti yang dikemukakan orang tua Anda “menunggu kalau sudah tua”. Padahal kita tidak akan pernah tahu kapan ajal seseorang tiba. Usia bukan manusia yang mengaturnya, tapi Allah SWT.

Ahmad yang baik,

Sangat banyak ayat-ayat Allah yang menerangkan tentang kewajiban shalat ini.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (dengan mengerjakan shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. 29 : 45).

Bersabda Rasulullah SAW:

“Permulaan amalan yang diperiksa dari amalan seorang hamba pada hari qiyamat ialah shalatnya. Diperhatikan benar-benar shalatnya. Maka jika betul urusan shalatnya, mendapat kemenanganlah ia. Jika tidak betul urusan shalatnya, rugi dan sia-sialah usahanya”. (HR. Ath Thabarany)

Allah SWT juga telah menjelaskan ancaman-ancaman berat bagi orang yang meninggalkan shalat.

“Apakah yang memasukkan atau menjerumuskan kamu ke dalam neraka? Menjawab mereka: Kami tidak mengerjakan shalat”. (QS 74: 42-43).

Ahmad yang baik,

Dari ayat dan hadits tersebut di atas jelas sekali bagaimana pentingnya kedudukan shalat dalam Islam. Hanya saja, banyak orang yang kadang-kadang menganggap remeh persoalan shalat ini. Saran saya, ingatkan terus orang tua Anda. Jangan bosan  sampaikan ayat-ayat tentang kewajiban menjalankan shalat dan ancaman-ancaman yang akan diberikan Allah SWT jika meninggalkannya.

Sertai dengan pemahaman mengenai ajal seseorang yang tidak dapat sedetik pun dimajukan dan dimundurkan. Carilah saat yang tepat, ketika akan menyampaikan nasihat kepada mereka. Dan perlu diperhatikan, bahasa yang digunakan. Gunakan bahasa yang baik, yang kira-kira orang tua mau mendengarkan peringatan-peringatan Anda, tidak terkesan Anda mengguruinya. Biasanya orang tua tidak menyukai hal seperti itu.

Jangan lupa koreksi kembali mungkin ada langkah atau pendekatan yang kurang tepat yang selama ini Anda lakukan. Anda juga bisa mendorong mereka untuk mengikuti kegiatan atau kajian-kajian di mushala, masjid atau majlis-majlis taklim terdekat. Kajian-kajian dan aktivitas semacam itu biasanya akan membantu memberikan pemahaman dan kesadaran untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nah, kalau usaha sudah maksimal dan ternyata orang tua tidak sadar-sadar juga, mohonkanlah doa kepada Allah SWT. Karena hanya Dialah yang mampu membolak-balikkan hati manusia.

[Disadur dari Mediaumat.com,12/01/2010]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s