SARAH DAN RAJA YANG ZALIM



بسم الله الرحمن الرحيم

Abu Hurarah ra. Mengisahkan bahwa Rasulallah saw bersabda, ‘’Nabi Ibrahim adalah seorang nabi yang sama sekali tidak perbah berdusta, kecuali dalam tiga keadaan. Dua keadaan yang dilakukan demi Allah, yaitu ucapan Nabi Ibrahim ‘’Sesumngguhnya aku sakit’’ (Ash-Shaffat:88) dan ucapanya ‘’Sebenarnya patung besar inilah yang telah melakukannya.’’ Dan yang lain berkaitan dengan Sarah.

Sebenarnya Ibrahim bersama Sarah pernah datang kewilayah seorang raja yang zalim. Sarah adalah seorang wanita yang paling cantik. Nabi Ibrahim berkata kepad Sarah. ‘’Sungguh jika raja zalim itu tahu bahwa kamu adalah isteriku, tentu dia akan memaksaku untuk menyerahkanmu. Jika ia bertanya padamu, maka katakan kepadanya bahwa kamu adalah saudara perempuanku. Sesungguhnya kamu memang saudara perempuanku dalam Islam. Karna di wilayah ini aku tidak melihat seorang muslim pun selain engkau dan aku.’’

Ketika Nabi Ibrahim memasuku wilayah raja zalim itu, salah seorang rakyatnya melihat Sarah. Lalu ia datang menghadap raja zalim tersebut dan melaporkannya, ‘’Telah datang ke wilayah paduka seorang wanita yang hanya patut menjadi milik paduka.’’ Kemudian raja tersebut mengirimkan utusan kepada Sarah dan membawanya pada saat Nabi Ibrahim as. Sedang melakukan shalat.

Tatkala Sarah dibawa kehadapan raja, sang raja tidak mempu menahan dirinya untuk memeluk Sarah, namun kedua tangannya serasa terkunci. Sangraja berkata pada Sarah, ‘’Berdoalah kepada Allah agar ia melepaskan tanganku. Aku berjanji tidak akan menganggumu.’’lalu Sarah berdoa, dan tangan sang raja pun sembuh. Namun ia mengulangi perbuatanya ingin memeluk Sarah, maka tangannya pun terkunci untuk kedua kalinya, lebih kuat dari yang pertama. Raja mengulangi ucapanya, dan Sarah mendoakannya, tangan sang raja pun sembuh. Akan tetapi lagi-lagi raja bermaksud memeluk Sarah, namun tangannya pun kembali terkunci, lebih kuat dari yang pertama dan kedua. Raja berkata, ‘’Brdoalah kepada Allah agar ia melepaskan tanganku. Demi Allah aku bersumpah tidak akan menganggumu lagi.’’ Sarah melakukan permintaannya dan tangan sangraja tersebut kembali sembuh. Lalu sang raja memangil orang yang membawa Sarah dan membentaknya. ‘’Yang kamu bawa kepadaku sebenarnya setan bukan manusia. Usir dia dari wilayahku dan hadiahkan hajar padanya.’’

Abu Hurarah meneruskan ceritanya, ‘’Sarah kembali dengan berjalan kaki. Ketika Nabi Ibrahim as. Melihatnya, beliau menyambutnya seraya berkata, ‘’Bagaimana kabarmu?’’ Sarah menjawab, ‘’Aku baik-baik saja. Allah telah mengunci tangan orang yang ingin membuat jahat dan memberiku seorang pembantu.’’ Abu Hurarah berkata, ‘’Dia (pembantu) itu adalah Ibu kalian, wahai orang-orang Arab.’’ (HR.Bukhari dan Muslim)

والله أعلم

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s