Usaha Masturah


Usaha masturah merupakan usaha untuk memberikan kepahaman kepada kaum ibu atau perempuan tugas untuk saling membantu dalam usaha da’wah dan juga membangun keluarganya para da’i di masa depan. Tidak ada amalan khusus dalam usaha masturah sebenarnya, karena pada prinsipnya adalah amalan-amalan Islam yang perlu dihidupkan dengan baik dalam lingkungan kaum Ibu dan juga keluarga.

Ta’lim harian di rumah merupakan program yang sangat penting bagi keluarga muslim. Saat ini program ini sangat berkurangan, dan sangat sedikit rumah kaum muslimin mengadakan ta’lim harian. Ta’lim harian yang perlu sering dilakukan adalah ta’lim fadhilah amal. Ta’lim ini akan memberikan dorongan kepada anggota keluarga untuk selalu menjaga amal-amal sholeh, seperti sholat, dzikir, puasa, da’wah, silaturahmi, akhlaq, menuntut ilmu, mengikuti para shahabat, ikram kepada kaum muslimin dll. Sedangkan untuk ta’lim masyail (terutama dengan kaifiyyat amal) dapat mengikutinya dari pelajaran para ustadz atau ustadzah yang dipercaya kita.

Baca quran harian merupakan sesuatu yang sangat baik, dan ini perlu dilakukan bersama keluarga. Bahkan beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dengan usaha da’wah, sudah banyak anggota keluarga yang mulai menekankan untuk banyak hafidz quran di rumahnya. Sehingga biasanya orangtua yang sudah memahami usaha da’wah ini mendorong keluarganya sendiri untuk banyak hafalan quran dan juga hafalan hadits. Saya pernah bertemu dengan seorang ahli da’wah dari srilangka, beliau menjelaskan bahwa anaknya hafidz quran dan juga pelaku bisnis, dan juga anak perempuannya juga hafidz.

Biasanya diadakan bayan masturah, agar kaum ibu banyak yang memahami usaha da’wah ini dan mendorong suaminya dan juga anggota keluarga lainnya untuk dapat terlibat dalam usaha da’wah ini. Di beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dalam usaha da’wah ini, bayan masturah ini diadakan secara teratur dan rapi, bahkan kadangkala pertemuan-pertemuan itu juga dipergunakan untuk proses pengajaran Ilmu masyail (terutama fiqh Islam) kepada kaum Ibu oleh para ustadzah yang memahami ilmu masyail dan juga paham dengan usaha da’wah.

Dan kadangkala juga pengajaran baca quran atau halaqah quran sendiri. Sehingga pertemuan ini tidak hanya mendengarkan bayan yang dibawakan oleh Ahli Da’wah. Pada program bayan masturah ini, tidak hanya diikuti oleh keluarga ahli da’wah, tetapi juga dapat diikuti kaum Ibu tetangga rumah dimana ada bayan masturah, atau kaum muslimah lainnya. Dan yang terpenting dapat diperhatikan adab-adabnya dengan baik.

Disamping hal tersebut, kadangkala dikeluarkan rombongan khusus masturah, artinya dikirimkan rombongan da’wah bersama istri-istri ahli da’wah. Aktifitas rombongan ini sama dengan rombongan yang tanpa istri, hanya saja ada program-program khusus masturah ketika di tempat yang dituju, seperti bayan masturah, program ta’lim wa ta’allum khusus muslimah di daerah itu, program halaqah quran, dll. Dan Alhamdulillah, dengan ijin Allah swt, rombongan ini terus meningkat kualitasnya dan juga jumlahnya.

Tugas Da’wah tidak hanya untuk kaum laki-laki

Untuk hal di atas, kita semua kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, perlu memperhatikan tugas atau kerja yang dapat meningkatkan iman dan amal sholeh di lingkungan kaum muslimi. Dan kerja ini perlu saling bantu-membantu, apalagi di dalam satu keluarga. Allah swt menjelaskan dengan tegas tentang hal itu, dan para shahabiyyah RA telah menunjukkan hal-hal itu dengan baik, seperti Siti Khadijah RA, Siti Fathimah RA, Siti Aisyah RA, dan masih banyak lagi.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah: 71)

Sehingga dengan jelas bahwa usaha masturah adalah membantu kerja da’wah ini dengan baik. Seorang Istri akan selalu menjaga usaha da’wah yang diemban oleh suaminya dengan baik. Bahkan usaha masturah dapat memberikan pengaruh yang sangat kuat untuk melahirkan para da’i di masa depan. Sehingga seorang Bapak dapat mendorong kepada anaknya sebagai da’i, seperti mana ucapan Lukman kepada anaknya.

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS Lukman: 31)

Dan usaha da’wah merupakan tanggung jawab kita semua, termasuk anak-anak kita sendiri. Untuk itu marilah kita mantapkan untuk mendorong suami dan juga anak-anak terlibat dalam usaha da’wah ini. Dorong lagi dan lagi, sampai kita semua tidak ada lagi.

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa” (QS Al ‘Araaf: 164)

Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan dengan penjelasan ini, Ibu dapat mendorong suami untuk terlibat dan tetap dalam usaha da’wah dan juga dengan keluarga lainnya.

di kutip dr penjelasan
ust.Haitan Rachman

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s