‘’RACUN HATI’’


Bismilahirohmanirrohim

Ketahuilah, bahwa semua kemaksiatan tanpa terkecuali adalah racun hati, dan sekaligus merupakan penyebab utama bagi sakit dan kebinasaan hati, ia sangat berpengaruh pada sakitnya hati dan selalu merongrong untuk berkehendak selain kehendak Alloh Azza wajjala, dan menjadi penyebab utama bagi bertambah parahnya penyakit hati.

Ibnul Mubarak mengatakan,

‘’Aku melihat dosa mematikan hati

Dan kebiasaan melakukannya menyebabkan kehinaan

Meniggalkan dosa adalah sebab hidupnya hati

Maka yang terbaik begi hati anda adalah meniggalkannya’’

Maka siapa yang menginginkan hati yang sehat dan hidup, maka dia harus membersihkannya dari pengeruh racun-racun tersebut, menjaganya dengan tidak meminum racun-racun baru, apabila ia minum sedikit saja walaupun tanpa sengaja, dia harus segera menghapus pengaruhnya dengan bertaubat dan beristighfar, serta melakukan berbagai kebaikan yang mampu menghapuskannya. Diantara racun-racun hati adalah sebagai berikut :

a. Banyak bicara

Diriwayatkan dalam Al-Musnad dari anas dari Rasulalloh saw bersabda,

‘’Tidak akan lurus iman seorang hamba, hingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya, hingga lurus lisanya.’’

Rasulalloh mensyaratkan lurusnya iman dengan lurusnya hati, lalu mensyaratkan lurusnya hati dengan lurusnya lisan. Dalam Jami’Tirmidz dari hadis Ibnu Umar secara marfu’,

‘’Jangan banyak bicara dengan selain zikrulloh, karna banyak bicara dengan selain zikrulloh akan memperkeras hati, dan orang-orang yang jauh dari Alloh adalah orang yang keras hatinya.’’

Umar bin khotob ra berkata, ‘’’Siapa yang banyak bicara, akan banyak pula kesalahanya, dan siapa yang banyak kesalahnya, akan banyak pula dosanya, dan siapa yang banyak dosanya, maka neraka adalah tempat yang paling pantas untuknya.’’

Dalam hadis Mu’adz Rasulalloh bersabda,

‘’….maukah kamu aku beritahu penyebab semua ini?…aku menjawab, tentu wahai Rasulalloh. Rasulalloh memegang lidahnya lalu bersabda, ‘’peliharalah ini’’ aku bertanya, wahai Rasulalloh, apakah kita akan di hukum karna pembicaraan kita?.. Rasulalloh menjawab, ‘ semoga Ibumu merasa kehilangan atas kematianmu wahai Mu’adz, bukankah orang-orang ditelungkupkan wajahnya atau hidungnya di neraka hanya karna buah lisanya?’’ (HR.Tirmidzi). maka buah lisanya adalah sebagai balasan dari perkataan haram yang di ucapkan lidahnya, karna seseorang akan menanam kebaikan dan keburukan dengan perkataan dan perbuatan, dan pada hari kiamat nanti, dia akan menuai apa yang ia tanam di dunia. Siapa yang menanam perkataan dan perbuatan baik, maka dia akan menuai kemuliaan, dan siapa menama perkataan dan perbuatan yang buruk, maka pada hari kiamat dia akan menuai kehinaan dan kesengsaraan.

Dalam hadis Abu Hurarah,

‘’Penyebab yang paling banyak memasukan manusia ke neraka adalah dua lubang: mulut dan kemaluan.’’ (HR.Ahmad dan Tirmidzi). Dalam Ash-Shahiain dari Abu Hurarah ra, Rasulalloh bersabda, ‘’Seseorang mengucapkan suatu kaliamat yang kurang jelas, maka ia akan mengiringnya ke neraka lebih jauh dari jarak timur dan barat.’’ Dan Tirmidzi mentakhrijj-nya dengan lafadz, ‘’ Seseorang yang mengucapkan suatu kaliamat yang ia angap biasa, ternyata ia menjerumuskannya ke neraka selama tujuh pulih tahun.’’

Uqbah bin Amir menceritakan,

‘’Aku bertanya, Wahai Rasulalloh, apa maksud keselamatan?.. beliau menjawab, ‘ jagalah lisan, tetaplah di rumah, dan tangisilah kesalahn dan dosa-dosamu.’’ (HR.Bukhori dan Muslim). Rasulalloh bersabda, ‘’ Siapa yang mampu mengendalikan apa yang ada di antara dua bibir (lidah) dan dua paha (kehormata)-nya utukku, maka aku akan menjamin surga untuknya.’’(HR.Bukhori). Sabdanya dalam Ash-Shahihain dari Abu Hurairah ra, Rasulalloh bersabda, ‘’ Siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, hendaklah dia mengatakan yang baik atau diam.’’

Rasulalloh memerintahkan untk selalu mengatakan yang baik atau lebih baik diam daripada mengatakan yang tidak baik, sebab satu perkataan adkalanya baik, sehingga seorang hamba di perintahkan mengucapkannya, dan terkadang buruk, sehingga ia di perintahkan untuk tidak mengatakannya.

Tirmidzi dab Ibnu Ma’jah mentakhrijj hadis Ummu Habibah ra, Rasulalloh bersabda,

‘’Semua perkataan anak adam merugikannya dan tidak ada yang menguntungkannya, kecuali amar makruf nahi mungkar dan zikrulloh.’’

Dari atsar:

Umar bin Khotob menemui Abu Bakar ra dan mendapatinya sedang menarik lidah dengan tangannya, dia bertannya, ‘’Semoga Alloh mengampunimu, apa yang terjadi?’’ Abu Bakar menjawab, ‘’ini lah yang akan menjerumuskan aku ke berbagai jurang.’’

Abdulloh bin Mas’ud berkata, ‘’Demi Alloh yang tidak ada tuhan selain dia, tidak ada sesuatu pun  yang butuh lebih lama dipenjara selain lisanku’’.  Dia mengatakan ‘’wahai lisan, katakanlah kebaikan, niscaya kamu akan beruntung, dan diamlah jangan mengatakan keburukan, niscaya kamu akan selamat sebelum kamu menyesal.’’

Abu Hurairah mencritakan, dari Ibnu Abbas, ia berkata, ‘’Aku mendengar bahwa anggota tubuh manusia  tidak ada yang paling ia benci dan paling ia murkai pada hari kiamat melebihi lisanya, kecuali orang yang mengunakannya untuk mengatakan kebaikan atau mendiktenkannya.’’

Hasan berkata, ‘’Tidaklah dinamakan sesorang memelihara agama bagi orang yang tidak menjaga lisanya.’’

Penyakit lisan yang paling ringan bahayanya adalah, perkataan yang tidak bermanfaat, dan cukuplah sabda Rasulalloh saw berikut ini yang menjelaskan bahaya lisan,

’Diantara tanda keislaman sesorang itu baik adalah, dia meniggalkan apa yang tidak akan mendatangkan manfaat.’’ (HR.Tirmidzi)

Abu Ubaidah meriwayatkan dari hasan, ia berkata, ‘’Salah satu tanda kebrpalingan Alloh dari seorang hamba adalah, Alloh menjadikannya sibuk pada sesuatu yang tidak bermanfaat sebagai bentuk penelantaran Alloh kepadanya.’’

Sahl mengatakan, ‘’Siapa yang berbicara tentang sesuatu yang tidak memberi manfaat, maka ia akan terhalang untuk mengatakan kejujuran.’’

Ini merupakan penyakit lisan yang bahayanay paling ringan. Silahkan saudara membendingkannya denagn gosip, adu domba, perkataan batil dan keji, perkataan orang yang bermuka dua (munafik), debat kusir, berbantah-bantahan, bertengkar, nyayian, dusta, pujian, penghinaan, olok-olokan, salah memahami isi dan maksud pembicaraan orang lain, dan penyakit-penyakit yang menimpa lisan seorang hamba, maka semua itu akan merusak hatinya sendiri, mengenyahkan ketenagan dan kenikmatanya di dunia, serta keberuntungan dan kesuksesanya di akhirat. Hanya kepada Alloh sajalah kita memohon pertolongan dan perlindungan.

b. Banyak Memandang

Banyak memandang akan menimbulkan anggapan baik dan masuknya sosok orang yang di lihat kedalam hati orang yang memandang, sehingga akan menimbulkan aneka jenis kerusakan dalam hati seorang hamba. Diantara bahayanya adalah:

  • Apa yang di sebutkan oleh Rasulalloh saw, seperti yang di riwayatkan dalam Al-Musnad, ‘’Pandangan adalah anak panah beracun iblis, maka siapa menundukan pandangannya karna Alloh , maka dia akan mengantinya dengan kelezatan yang akan dia rasakan dalam hatinya hingga dia bertemu dengan Alloh.’’
  • Yang dimaksud setan bersama pandangan adalah, ia akan masuk bersama pandangan lebih cepat daripada masuknya udara ketempat yang kosong untuk memperindah sosok orang yang di pandang dan menjadikannya sebagai patung yang di kagumi oleh hati seseorang, kemudian ia akan memberinya janji dan membuatnya berangan-angan, lalu akan mengobarkan api syahwat dan menimbunnya dengan kayubakar maksiat, di mana dirinya tak mungkin sampai kesana tanpa sosok itu.
  • Ia akan menyibukan hati, melalaikan berbagai kemaslahatan, dan menjadi penghalang untuk mendapatkannya, sehingga urusanya pun akan semakin kabur, akhirnya ia akan terjerumus dalam mengikuti arus hawa nafsu dan kelalaian, Alloh berfirman,

’Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami, serta mengikuti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.’’ (Al-Kahfi:28)

Dengan demikian, mengumbar pandangan akan menyebabkan tiga penyakit kronis seperti yang di sebutkan diatas. Para dokter ahli jiwa mengatakan, ‘’Antara hati dan mata ada kaitan dan celah, jika mata rusak dan sakit, hati pun akan menjadi rusak dan sakit, sehingga ia tidak layak untuk di tempati oleh ma’rifatulloh dan mahabbah-Nya, tobat kepada-Nya, merasakan nyaman dengan-Nya, dan gembira berdekatan dengan-Nya, sebaliknya, ia akan di huni oleh lawan perkara-perkara di atas.’’

Mengumbar pandangan merupakan maksiat kepada Alloh Azza wajjala, ini di dasarkan atas firman Alloh Ta’ala, ‘’Katakanlah kepada oreng laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’’. (An-Nur:30)

Tidak bahagia orang yang bahagia di dunia kecuali dengan melakukan perintah Alloh, dan tidak ada keselamatan bagi seorang hamba di akhirat melainkan dengan mengerjakan perintah-perintah Alloh Azza wa jalla.

Mengumbar pandangan juga mendatangkan kegelapan untuk hati, sebagaimana menundukan pandangan mendatangkan cahaya untuknya, Alloh Azza wajalla telah menyebutkan dalam suarah An-Nur, ‘’Alloh pemberi cahaya  kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Alloh, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.’’ (An-Nur:35)

Sesudah firma-Nya,

‘’Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘’hendaklah mereka menahan pandangannya….(An-Nur:30)

Apabila hati telah bersinar, maka beraneka kebajikan akan datang padanya dari berbagai penjuru, sebagaimana jika ia gelap, maka mendung bencana dan keburukan akan datang padanya dari berbagai tempat.

Melepaskan pandangan juga akan mebutakan hati, sehingga ia tidak lagi bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. sementara menahan dan menjaga pandangan, akan melahirkan firasat yang benar yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk. Salah seorang saleh berkata, ‘’Barangsiapa menghiasi jasmaninya dengan mengkuti sunnah, dan memoles batinnya dengan kesinambungan muraqabah (selalu merasa di awasi Alloh), menahan pandangan dari perkara-perkara yang di haramkan, mengendalikan diri dari segala sesuatu yang bersifat syubhat, dan memakan-makanan yang halal, maka firasatnay tidak akan pernah keliru.’’

Balasan akan sama dengan jenis amal, siapa saja yang mampu menundukan pandangannya dari perkara-perkara yang di haramkan oleh Alloh, maka Alloh akan membukakan cahaya mata hatinya.

c. Banyak Makan

Makan yang tidak berlebihan akan memperlembut hati, mempertajam pemahaman, mampu mengalahkan nafsu, serta syahwat dan marah akan semakin melemah, sedangkan banyak makan, akan menumbukkan lawan dari hal-hal yang di sebutkan di atas.

Miqdam bin Ma’dikarib menceritakan, aku mendengar Rasulalloh saw bersabda, ‘’  Tidak ada wadah yang di penuhi anak cucu adam yang lebih jelek dari perutnya, cukuplah bagi anak cucu adam beberapa suap yang mampu menegakakan tulang punggungnya, jika memang harus makan, maka sepertiganya untuk makanan, sepertiganya untuk minuman, dan sepertiganya untuk nafas.’’ (HR.Ahmad, Tirmidzi)

Banyak makan akan menimbulkan berbagai jenis kejahaatan, sebab ia akan mengajak angota tubuh untuk melakukan maksiat, dan malas melakukan berbagai aktifitas ibadah dan ketaatan, dan dua efek ini merupakan kejahatan yang sangat besar! Betapa banyak kemaksiatan yang ditimbulkan oleh kenyang dan banyak makan, dan alangkah banyaknya ketaatan yang dihalangi oleh kedua kebiasaan buruk ini. Siapa yang mampu memelihara diri dari kejahatan perutnya, sungguh dia telah memelihara dirinya dari kejahatan yang lebih besar. Dan setan akan sangat mudah menguasai seseorang bila dia memenuhi perutnya dengan makanan, oleh sebab itu, diriwayatkan dalam berbagai atsar, ‘’Persempitlah jalan-jalan setan dengan melakukan puasa.’’

Salah seorang ulama salaf mengatakan, ‘’Ada beberapa pemuda Bani Israil yang rajin beribadah, apabila tiba waktunya berbuka salah seorang dari mereka berdiri dan menyerukan, ‘jangan terlalu banyak makan, karna kalau demikian, kalian juga akan banyak minum, kemudian kalian akan banyak tidur, kalau sudah begitu, kalian mengalami banyak kerugian.’’

Nabi saw dan para sahabat-sahabatnya sering mengalami lapar, meskipun itu karna tidak adanya makanan. Hanya saja, Alloh tidak memilih untuk Rasul-Nya kecuali yang lebih baik dan lebih utama. Karnanya, Ibnu umar berusaha meneladaninya dalam masalah ini, padahal dia mempunyai makanan, demikian juga ayahnya.

Dalam Ash-Shahihain dari Aisyah ra Rasulalloh saw bersabda,

‘’Keluarga Muhammad saw tidak pernah kekenyangan semenjak hijrah ke madinah karna makan roti gandum selama tiga hari berturut-turut hingga wafat.’’ (HR.Bkhori)

Ibrahim bin adham berkata, ‘’Siapa yang mampu mengendalikan perutnya, berarti dia telah mampu menjaga agamanya, dan siapa mampu mengendalikan rasa laparnya, maka dia telah memiliki akhlak yang baik, dan sesungguhnya durhaka kepada Alloh, sangat jauh dari orang yang lapar dan dekat dengan orang yang kenyang.’’

d. Berlebihan dalam bergaul

Ia merupakan penyakit keronis yang mendatangkan berbagai keburukan, betapa sering pergaulan dan pertemanan yang menghapuskan kenikmatan, menumbuhkan permusuhan, dan menimbulkan berbagai masalah yang mampu menguncang gunung-gunung yang kokoh, padahal ia tetap ada di hati. Ringkasnya, berlebihan dalam bergaul akan mendatangkan kerugian di dunia dan akhirat. Maka dalam menyikapi pergaulan, soyongyanya seorang hamba melihat keperluanya dan membagi manusia kedalam empat kelompok, jika dia mencampuradukan salah satunya dengan yang lain, dan tidak memisahkannya, maka bahaya akan segera menimpanya:

Pertama, kelompok seperti makanan, yang sangat dia butuhkan setiap hari, bila urusanya sudah selesai, maka hendaklah dia segera meniggalkannya. Dan jika pada masa yang akan datang dia kembali mebutuhkannya, ia pun akan kembali bergabung dengan mereka, begitulah seharusnya. Mereka adalah para ulama yang tahu dengan Alloh, perintah dan muslihat musuh-musuh-Nya, penyakit hati dan obatnya, dan yang menasihati karna Alloh, Kitab,Rasul, dan seluruh makhluk-Nya. Bergaul dengan kelompok ini akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Kedua, kelompok seperti obat, ia diperlukan hanya ketika sakit saja, jika anda masih sehat, anda tidak perlu bergaul dengan mereka. Mereka adalah orang-orang yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan hidup, aneka jenis interaksi, yang anda perlukan, permusyawarahan, dan sebagainya. Bila kebutuhan anda sudah terpenuhi, ketika itu, bergaul dengan mereka tidak diperlukan lagi.

Ketiga, kelompok seperti penyakit dengan keragaman tingkatan dan jenisnya, kekuatan dan kelemahannya, ada pergaulan dengannya seperti penyakit keronis dan menahun, dia adalah orang yang tidak membuat anda meperoleh keuntungan dunia maupun akhirat. Bahkan inipun masih ditambah dengan kerugian agama dan duni atau salah satunya, jika anda menjalin pergaulan dengan mereka dan menjadi kokoh, maka dia akan berbah menjadi penyakit yang akan mengantarkan anda kepada kematian, ada diantara mereka orang yang tidak pandai berbicara, dan mendatangkan manfaat atau dia hanya diam, dan akan mengambil manfaat dari anda, dan dia juga tidak tahu kedudukan dirinya sendiri, sehingga dia akan meletakannya pada posisinya. Sebaliknya, jika dia berbicara perkataannya laksana tongkat yang mengenai hati para pendengar disertai rasa takjub dan bangga pada perkataanya. Setiap kali berbicara, mulutnya mengeluarkan bau, namun dia mengiranya sebagi minyak kasturi yang mengharumkan majlisnya, dan jika dia diam, dia lebih berat (dungu) dari batu besar yang tidak kuasa di pikul atau di seret di atas tanah. Imam Syafi’I mengatakan, ‘’ Setiap kali orang berat (dungu) duduk di dekatku pasti aku mendapati sisi tempatnya berada lebih berat daripada sisi lainnya.’’

Bergaul dengan orang yang bertentangan dengan ruh adalah berat dan menyengsarakan. Termasuk ujian dunia atas seorang hamba adalah, bila dia di uji dengan seseorang dari kelompok ini, mau tidak mau harus bergaul denagn mereka, maka hendaklah dia memperlakukannya dengan baik, memberinya secara lahiriah, dan menahanya dalam batin, sehingga Alloh akan memberinya jalan keluar dan kelapangan dari urusan ini.

Keempat, kelompok yang hanya menyebabkan kebinasaan, dia laksana minum racun, bila beruntung orang yang bergaul dengannya akan mendapatkan penawarnya, jika tidak mudah-mudahan Alloh memenagkannya. Betapa banyak orang sejenis ini di kalangan manusia, semoga Alloh tidak memperbanyaknya mereka, mereka adalah ahli Bid’ah dan kesesatan, yang berpaling dari sunnah Rasullloh dan yang menyeru kepada lawanya. Mereka menjadikan sunnah sebagai bid’ah dan bid’ah sebagai sunnah. Orang yang berakal sepatutunya tidak bergaul dan berteman denagn kelompok seperti ini. Jika ia tetap bergaul dengannya, akan menyebabkan hatinya mati dan sakit. Kita memohon kesentosaan dan rahmat uantuk kita dan mereka.

‘’Wallohu’alam’’

(Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah)

http://pang5kholid.wordpress.com/2010/01/20/%E2%80%98%E2%80%99racun-hati%E2%80%99%E2%80%99/

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s