SEBAB-SEBAB SAKITNYA HATI


بسم الله الرحمن الرحيم

Dosa-dosa yang di perbuat adalah penyebab utama sakitnya hati, dosa-dosa itu adalah syahwat dan syubhat, yang pertama akan menyebabkan rusaknya tujuan dan kehendak, sedangkan yang kedua, akan merusak ilmu dan keyakinan.


Dari Hudzaifah bin Al-Yaman ra menceritakan, Rasulalloh saw bersabda,

‘’Aneka dosa akan di hamparkan ke hati manusia seperti penghamparan tikar, satu persatu, maka hati mana saja yang menyerapnya akan mengakibatkan noda hitam (di hati), dan hati mana saja yang menolaknya akan menitikan titik putih, hingga akhirnya hati itu akan menjadi dua jenis: hati hitam yang terbalik seperti panci yang tertelungkup, tidak tahu mana yang makruf (baik), dan tidak mengingkari yang mungkar selain apa yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya, sementara hati yang putih (tidakk sakit), adalah yang tidak terpengaruh oleh dosa selama langit dan bumi masih berdiri.’’ (HR.Muslim).

Ketika hati manusia dihadapkan pada dosa dan berbagai fitnah, Rasulalloh membagi hati menjadi dua jenis: hati yang jika dosa dan fitnah di tawarkan kepadanya, ia akan menyerapnya seperti tanah gersang menyerap air dan dia akan menimbulkan noda hitam, dan terus menerus menyerap semua dosa yang ditawrkan hingga ia menjadi hitam dan terbalik. Inilah yang di maksud oleh sabda Rasulalloh saw, ‘’ Seperti panci yang tertelungkup’’ yakni terbalik, dan apabila dia telah menghitam dan terbalik akan datang pula dua penyakit yang sangat berbahaya yang akan mengantarkanya kepada kebinasaan dan kehancuran:

Pertama, miripnya yang makruf dengan yang mungkar, sehingga ia tidak lagi mengetahui mana yang makruf dan tidak lagi mengingkari yang mungkar, adakalanya penyakit ini berakar kuat dalam dirinya, sehingga ia meyakini yang makruf sebagai yang mungkar, dan yang mungkar sebagai yang makruf, sunnah ia angap bid’ah, dan bid’ah ia angap sunnah, kebenaran ia angap kebatilan, dan kebatilan ia angap kebenaran.

Kedua, menjadikan hawa nafsu sebagai ukuran tertinggi atas apa yang di bawa Rasulalloh saw dan patuh dan tunduk padanya.

Dan hati yang di sinari oleh iman akan memancar cahaya, bila dosa ditawarkan kepadanya, ia akan semakin mengingkarinya, dengan demikian, ia akan semakin bersinar dan memancarkan cahahya.

والله أعلم

(Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Ibnu Rajab Al-Hambali, Dan Imam Al-Ghozali)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s